Penjelasan Mengenai Engagement di Media Sosial dan Cara Mengukurnya

Posted on
Penjelasan Mengenai Engagement di Media Sosial dan Cara Mengukurnya

Ketika mengelola suatu media sosial, maka salah satu hal yang perlu diperhatikan yaitu menentukan seberapa baik performa dari akun media sosial yang dikelola.

Patokan yang paling mudah  umumnya dilihat dari jumlah pengikut atau followers. Apabila awal pembuatan akun yang kita kelola memiliki 10 followers, kemudian beberapa hari bertambah menjadi 100 followers dan pekan berikutnya menjadi 1000 followers, maka kita akan merasa puas dan berfikir performa dari akun yang kita kelola di media sosial tergolong baik karena ada kenaikan yang stabil.

Akan tetapi, supaya dapat memastikan jika konten yang kita tampilakan memang efektif dan relevan dengan pengikut akun media sosial kita, maka ada parameter yang mungkin lebih perlu diperhatikan dibandingkan pertumbuhan jumlah pengikut. Nah parameter tersebut yakni tingkat interaksi terhadap konten yang ada di media sosial yang kita kelola yang biasa disebut engagement.

Untuk mengenal lebih lanjut mengenai engagement di media sosial maka Anda dapat menyimak pembahasan dibawah ini.

Penjelasan Engagement di Media Sosial

Engagement di media sosial adalah suatu alat tolok ukur yang dipergunakan untuk dapat melihat tingkat keterlibatan audiens dalam upaya yang dilakukan di media sosial terkait dengan bisnis online. Engagement juga dapat dikatakan sebagai suatu parameter yang dapat memastikan apakah konten yang Anda buat relevan dengan pengikut atau followers di akun media sosial yang Anda sedang kelola.

Secara sederhananya engagement melibatkan komunikasi dua arah yang kuncinya yaitu umpan balik atau feedback. Engagement juga merupakan sebuah tanggapan dari audiens terhadap pesan dari konten yang dibuat. Tentuya respon yang baik yakni ketika audiens memberikan perhatian dengan bentuk respons yang positif atau baik.

Istilah engagement di media sosial memang sudah menjadi salah satu matrix yang umum digunakan dalam mengevaluasi kinerja pemasaran di media sosial, walaupun memang dalam pengguaannya tidak selalu berujung pada penjualan. Sehingga dalam melihat performa media sosial tidak hanya dilihat dari aspek jumlah share, like, followers saja yang perlu diperhatikan, akan tetapi dari aspek lainnya seperti engagement juga tidak kalah penting.

Bagi pemasaran di sebuah perusahaan, engagement di media sosial sangatlah penting karena aktivitas dan juga keterlibatan pelanggan sangatlah penting bagi setiap platform sosial terutama dalam membangun brand experience yang positif. Selain itu, perusahaan juga tentunya memerlukan suatu tolak ukur dalam mengembangkan hubungan bisnis sehigga dapat dijadika bahan untuk evaluasi dalam perkembangan bisnisnya.

Jenis Engagement di Media Sosial

Terdapat 3 Jenis interaksi yang umumnya termasuk ke dalam engagement di media sosial. Berikut penjelasannya:

1. Percakapan

Keterlibatan percakapan yang terjadi setelah Anda mengunggah konten termasuk ke dalam bagian engagement. Umunya percakapan ini terjadi pada kolom komentar ataupun Direct Message (DM) di media sosial.

2. Amplifikasi

Membagikan atau menyebarkan sebuah konten melalui instagram story ataupun media sosial lainnya, juga termasuk ke dalam bagian kategori engagement di media sosial.

3. Reaksi

Reaksi yang diberikan pada konten yang telah Anda post baik dalam bentuk like, comment, atau respons emoji juga termasuk ke dalam bagian kategori engagement di media sosial.

Sebuah konten yang Anda bagikan dimedia sosial dapat dikatakan hidup, apabila konten tersebut empuyai interaksi yang beragam di dalamnya. Dimana Anda dapat mengetahui beragam macam ekspresi, berdasarkan kategori interaksi yang ada di media sosial. Apabila diklasifikasikan, maka terdapat tiga kategori interaksi yang sering digunakan oleh pengguna media sosial, yakni sebagai berikut:

  • Applause : Aktivitas dari pengguna yang dilakukan dengan menyukai konten yang diterbitkan.
  • Virality : Aktivitas dari pengguna suapaya dapat menyebarkan pesan kepada pengguna lain.
  • Talk : Aktivitas yang memberikan komentar terkait dengan konten tersebut.

Istilah engagement di media sosial merupakan istilah yang memang perlu Anda pahami oleh Anda yang sering menggunakan media sosial. Terutama bagi Anda yang memang ingin terjun ke dalam dunia bisnis di media sosial. Hal ini karena engagement merupakan salah satu aspek yang penting untuk dapt meningkatkan jangkauan dan relevansi perusahaan pemasaran digital.

Selain itu juga, engagement di media sosial juga bermanfaat dalam memfasilitasi hubungan antara pelanggan dan perusahaan yang saling menguntungkan. Apabila sosial media memiliki angka engagement yang tidak memuaskan, umumnya perusahaan akan sulit dalam menarik minat pelanggan dan juga menerima ROI.

Cara Mengukur Engagement Rate di Media Sosial

Engagement rate merupakan formula yang digunakan untuk dapat mengukur jumlah interaksi yang terjadi antara audiens dengan konten yang di buat. Sehingga nantinya Anda dapat mengetahui seberapa efektif konten yang sudah dibuat dan juaga sudah sesuai tujuan atau belum.

Ada beberapa cara yanga dapat digunakan untuk mengukur engagement di media sosial, berikut penjelasannya :

1. Engagement Rate by Reach (ERR)

ERR merupakan salah satu formula yang paling populer yang digunakan dalam menghitung engagement. Hasil ERR yang didapatkan berdasarkan dari perhitungan persentase audiens yang berinteraksi berdasarkan dengan jumlah reach dari konten. Anda dapat menggunakan rumus engagement rate suapaya dapat menghitung rasio interaksi pada satu postingan.

Adapun rumus dari ERR sebagai berikut:

ERR = total interaksi per postingan / reach per postingan x 100

Sedangkan rumus untuk dapat mencari nilai rata-rata dari seluruh postingan sebagai berikut :

Average ERR = total ERR / total postingan

2. Engagement Rate by Post (ERP)

ERP digunakan untuk dapat mengukur interaksi followers pada postingan tertentu. Hampir sama dengan ERR, perbedaanya formula ini menggunakan postingan sebagai salah satu parameter pengukurannya, bukan reach seperti pada ERR.

Adapun rumus dari ERP sebagai berikut:

ERP = Total interaksi pada sebuah postingan / Total followers* 100

Rumus untuk menghitung rata-rata ERP sebagai berikut:

Average ER by post = Total ER postingan / Total postingan

3. Engagement Rate by View (ER View)

Jika sebuah video menjadi konten utama, maka ER View cocok dapat digunakan untuk dapat mengukur engagement yang di dapat.

Adapun rumus dari ER View sebagai berikut:

ER View = Total engagement postingan video / Total video view*100

Sedangkan rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata ER View sebagai berikut:

Average ER View = Total ER View / Total Postingan

4. Daily Engagement Rate (Daily ER)

Apabila Anda ingin mengetahui seberapa sering followers Anda berinteraksi dengan akun Anda, Maka Anda bisa mengukurnya dengan Daily ER, Anda juga dapat menemukan waktu (hari) dimana followers Anda lebih sering berinteraksi, Sehingga nantinya Anda dapat melakukan penyesuaian strategi / evaluasi berdasarkan hasil tersebut.

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung Daily ER sebagai berikut :

Daily ER = Total interaksi satu hari / Total followers*100

Rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata engagement yang setiap harinya adalah

Average Daily ER = Total interaksi untuk X hari / (X hari *followers) * 100

Berikut adalah salah satu contoh konkrit dalam mengukur engagement media sosial :

Pada satu bulan, akun yang dikelola brand tertentu menerbitkan 12 konten di Facebook dengan menghasilkan 1.200 reach organik.

Dari konten tersebut, menghasilkan  feedback dengan respons sebanyak 10 comments, 15 shares, 35 likes, dan 6 klik. Dengan demikian jumlah total dari aktivitas respons adalah 66.

Untuk dapat mengetahui rasio engagement pada konten media sosial bulan itu yakni dengan perhitungan sebagai berikut :

(total aktivitas respons/engagement : total views/reach) x 100%

Berdasarkan dari contoh yang ada diatas, (66 : 1.200) x 100 = 5,5%

Maka engagement rate pada bulan ini memiliki nilai 5,5%

Begitulah dasar dari pengukuran rasio interaksi ataupu engagement dari sebuah konten di media sosial. Dari hasilyyang didapat, maka yang perlu menjadi target adalah persentase dari engagement yang semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Karena, bisa saja dari konten yang dilihat 1.000 orang dan aktif memberikan respon, akan lebih baik dari dilihat 100.000 orang akan tetapi tidak terdapat respon konten sama sekali. Walaupun, pada akhirnya tergantung dari objective atau tujuan yang ditetapkan.

Setelah Anda mengetahui cara untuk mengukur engagement rate di media sosial. Maka Anda bisa melihat apakah media sosial yang Anda kelola, memiliki engagement yang baik atau malah kurang. Umumnya, engagement rate yang baik memiliki presentasi nilai antara 1% hingga 5%. Akan tetapi, angka ini tentunya akan tergantung dari faktor-faktor lain seperti niche, demografi audiens, hingga jumlah followers.

Pada umumnya semakin banyak followers yang dimiliki, maka akan semakin sulit untuk mencapai angka engagement rate yang tinggi. Mungkin sekian pembahasan kali ini mengenai Engagement di Media Sosial apabila ada yang ingin ditanyakan dapat melalui kolom komentar yang telah disediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *